Mangempang, 6 Juli 2026 – Suasana hangat, penuh semangat, dan kebersamaan menyelimuti lingkungan Pesantren Matahari pada Senin pagi (6/7/2026) dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi peserta didik baru SMA Matahari. Kegiatan yang menjadi gerbang awal kehidupan sebagai santri sekaligus siswa ini akan berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 6–11 Juli 2026, dengan berbagai rangkaian aktivitas yang dirancang untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, budaya pesantren, sistem pembelajaran, serta membangun karakter sebagai generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Tahun ajaran 2026/2027 menjadi momentum istimewa bagi SMA Matahari dengan bergabungnya empat peserta didik baru yang secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pesantren Matahari. Sejak pagi hari, para siswa hadir didampingi oleh orang tua dan anggota keluarga masing-masing. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral pada hari pertama sekolah, tetapi juga menandai dimulainya perjalanan pendidikan yang akan ditempuh dalam lingkungan pesantren yang mengintegrasikan pendidikan umum, penguatan karakter, dan pembinaan nilai-nilai keislaman.
Suasana di pondok tampak lebih hidup dari biasanya. Halaman pondok dipenuhi para orang tua yang mengantarkan putra-putri mereka, sementara panitia MPLS yang terdiri atas guru dan santri senior menyambut para peserta dengan ramah. Interaksi hangat antara guru, santri lama, siswa baru, dan keluarga menciptakan kesan pertama yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa nyaman bagi para peserta didik yang baru memulai kehidupan di lingkungan pesantren.
Rangkaian pembukaan MPLS dipusatkan di Masjid Al-Mathar, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus pembinaan karakter di Pesantren Matahari. Acara dipandu oleh Annisa, S.Pd., Guru Matematika SMA Matahari, yang memandu seluruh prosesi dengan penuh kehangatan dan antusiasme sehingga suasana pembukaan berlangsung tertib namun tetap akrab.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh Direktur Pesantren Matahari, Dr. Muh. Quraisy Mathar, S.Sos., M.Hum.; Kepala SMA Matahari, Taufiq Mathar, S.Pd., MLIS; Kepala SMP Teknologi Informasi Matahari; Al Fachmi Mahmud, S.Pd.I, seluruh guru dan tenaga kependidikan; orang tua atau wali peserta didik baru; serta panitia MPLS yang melibatkan santri dan santriwati senior. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menyambut dan mendampingi peserta didik baru memasuki lingkungan pendidikan yang baru.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Matahari, Taufiq Mathar, S.Pd., MLIS, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru beserta keluarga. Ia menegaskan bahwa masa MPLS bukan sekadar agenda pengenalan sekolah, tetapi merupakan proses awal pembentukan karakter, penanaman budaya belajar, dan adaptasi terhadap kehidupan pesantren yang akan dijalani selama menempuh pendidikan di SMA Matahari. Selain itu, ia juga menyampaikan kepada seluruh santri/santriwati baru bahwa ada tiga pilar utama yang insya Allah akan kami tanamkan ke diri mereka masing-masing. Yakni, akhlak dan disiplin, keterampilan bahasa Arab dan Inggris, dan keterampilan sains dan teknologi. Ketiga pilar ini ialah pondasi untuk mengarahkan manusia dalam pembentukannya yang paripurna.
Beliau mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan setiap kegiatan MPLS sebagai kesempatan mengenal guru, teman, budaya sekolah, tata tertib, serta berbagai fasilitas yang tersedia. Menurutnya, proses adaptasi yang baik sejak awal akan membantu siswa menjalani pembelajaran dengan lebih percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Taufiq Mathar juga memperkenalkan visi SMA Matahari sebagai sekolah berbasis pesantren yang mengintegrasikan pendidikan akademik, pembinaan akhlak, penguasaan teknologi informasi, serta kemampuan berbahasa Inggris dan Arab. Ia menekankan bahwa pendidikan di SMA Matahari tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang memiliki integritas, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Selamat datang di keluarga besar SMA Matahari. Di sini kalian tidak hanya belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dibimbing untuk memiliki akhlak yang baik, disiplin, mandiri, menguasai keterampilan berbahasa, serta dipersiapkan menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkap beliau.

Sementara itu, Direktur Pesantren Matahari, Dr. Muh. Quraisy Mathar, S.Sos., M.Hum., dalam arahannya menegaskan bahwa pendidikan yang diterapkan di Pesantren Matahari dibangun di atas keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Menurut beliau, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai keislaman yang kokoh.
Beliau menjelaskan bahwa Pesantren Matahari berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong peserta didik untuk terus berkembang, berpikir kritis, menguasai teknologi, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak seluruh orang tua untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi yang erat dengan pihak sekolah dan pesantren. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga sebagai mitra utama dalam membimbing dan mengawasi perkembangan putra-putri mereka.
MPLS Bertema Menyenangkan dan Bermakna
Mengusung tema “MPLS Pesantren Matahari Menyenangkan!”, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik baru dapat menjalani proses adaptasi secara nyaman, aktif, dan menyenangkan. Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang mencakup pengenalan lingkungan sekolah dan pesantren, sosialisasi kurikulum, tata tertib, penguatan karakter, pendidikan anti-perundungan, literasi, wawasan kebangsaan, eksplorasi bakat dan minat, hingga kegiatan kebersamaan yang bertujuan membangun rasa percaya diri, kerja sama, dan semangat belajar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMA Matahari berharap para peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga memahami budaya belajar, nilai-nilai pesantren, serta mampu membangun hubungan yang positif dengan guru, kakak kelas, dan sesama teman. Dengan demikian, MPLS diharapkan menjadi langkah awal yang menyenangkan menuju perjalanan pendidikan yang bermakna, sekaligus menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
